Permodelan Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi sampel data di 1 km, barat Jembatan Gantung Imogiri Bantul Yogyakarta Indonesia

TEKNOLOGI IRIGASI INDONESIA AREA JEMBATAN GANTUNG

Sistem teknologi irigasi  di daerah Jembatan Gantung Imogiri Bantul masih mengandalkan sungai Oya. Keadaan tanah yang berada di sekitar lembah dengan ketinggian 4 meter dari sungai juga membuat masalah tersendiri bagi petani di wilayah ini. Aliran sungai Oya yang setiap tahun selalu mengalir, meski pada musim kemarau, merupakan sumber inti untuk irigasi sawah  di area sini. Pembuatan sumur di lahan sawah menjadi alternatif tersendiri dengan menggunakan ember timba untuk mengairi tanaman petani. Di samping itu, ada juga yang menggunakan pompa diesel untuk mengairi sawahnya. Cara yang ditempuh sebagian petani disana, unutk mengairi tanamannya dengan memasukkan selang yang dihubungkan ke mesin diesel . Dengan tujuan supaya air yang diambil tidak kehabisan saat mesin diputar  operasikan dengan kecepatan tinggi. Untuk jenis tanaman yang banyak diminati di daerah ini, lombok merupakan andalannya. Di bawah ini merupakan potret hasil survei di lapangan, seperti apakah kedaan tanah dan lahan pertanian pada musim kemarau di wilayah ini. Sejauh ini teknologi yang diterapkan untuk irigasi masih sedang – sedang saja.

Seperti apakah gambaran di daerah ini, bisa disimak pada foto- foto di bawah ini beserta keterangan tambahan :


Foto 01

Tanaman tebu yang terlihat hijau ini, dari segi kebutuhan air memang tidak terlalu membutuhkan terlalu banyak air. Tetapi jika tidak pernah sama sekali mendapatkan  air dalam waktu yang lama, juga bisa layu atau pun menguning hingga mati. Untuk irigasi area ini biasanya menggunakan aliran air dari pusat yang sudah diatur untuk waktu tiba sesuai gilirannya.

Foto 02

Lahan pertanian petani  yang lebih tinggi ini, dengan ketingigian kurang lebih empat meteran dari sumber mata air sungai Oya. Selama musim kemarau tidak pernah kering. Namun keadaan lahan di dekatnya tidak bisa teraliri air yang melewatinya yang diakibatkan ketinggian tanah di atas aliran air sungai.

Foto 03

Terlihat rumput kalanjana di seberang sungai Oya, yang begitu hijau. dan terlihat subur. Keberadaan pompa diesel itulah yang membantu si petani tersebut  bisa mengairi lahan pertaniannya. Selang pompa yang berwarna kuning itu memiliki panjang yang lumayan untuk bisa memenuhi target jarak yang akan dialiri. Tentu saja memerlukan biaya yang cukup mahal. Yang pada akhirnya tidak semua petani mampu untuk membelinya. Di samping itu biaya BBM untuk mengoperasikan mesin ini juga cukup banyak jika sampai beberapa jam perharinya. Sehingga keberadaan model irigasi baru yang bisa menghemat BBM sangat diperlukan untuk daerah ini.

Foto 04

Air yang tampak di belakang buis terlihat agak hijau jernih, yang mana itu, menandakan musim kemarau. Air tersebut merupakan titik rendah keadaan air di kala musim kemarau. Jika tempat-tempat lain sudah mulai kering. Maka sungai ini belum, alias masih berair.

Foto 05

Tanaman yang tanpa daun ini merupakan tanaman lombok akibat kekurangan air pada musim kemarau. Keadaan tanah yang mengering di tanah dekat pegunungan ini sudah kehilangan daun-daunnya. Akibatnya, layu dan mulai mati.

Foto 06

Perbedaan tanaman lombok yang lahan sawahnya memiliki sumur dengan jumlah 3 buah di sawahnya. Dan tanpa sumur satu pun. Hasilnya jelas berbeda sekali. Kesuburan dari daun dan dahan pohon pada tanaman ini

Foto 07

Sumur merupakan satu dari beberapa sumur yang dibuat  untuk membantu irigasi atau menyirami tanaman petani di wilayah ini. Pembuatan susmur ini sangat membantu sekali untuk petani, sebab, hasil panen akan memuaskan karena pada musim kemarau, di mana kesulitan air dapat teratasi. Hasilnya tanaman lombok dapat hidup subur seperti gambar di sebelah sumur tersebut.

Foto 08

Terlihat jelas perbedaan tanaman lombok yang memiliki sumur dengan yang tidak memiliki. Dari sini dapat dengan jelas, bahwa bagaimana hasil tanaman yang ketersediaan air dan tidak tersedia.

Foto 09

Seorang petani di wilayah ini menyesalkan keberadaan air di saat musim kemarau. Tampak pemandangan kering pada lahan sawah di belakangnya. Termasuk pohon jati yang sudah berguguran daunnya saat musim kemarau.

Foto 10

Pipa yang berada di samping tanah di atas merupakan saluran air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air di masyarakat. Dengan bersumber dari pompa air yang terdistribusikan ke tadah air di setiap rumah diharapkan warga pengguna dapat memanfaatkan untuk kebutuhan makan dan minum.

Foto 11

Foto 12

Dua ekor sapi sedang berada di sungai dengan pemiliknya untuk dibersihkan. Ini merupakan fungsi lain dari sungai Oya di atas. Di samping berguna untuk pengairan tanaman pertanian

Foto 13

Foto 14

Foto 15

Foto 16

Foto 17

Foto 18

Foto 19

Foto 20

Meskipun dekat dengan sungai, tetapi si pemilik lahan di atas   membiarkan saja tidak ditanami dengan tanaman seperti halnya lombok atau yang lainnya. Hanya terlihat pohon – pohon pisang di perbatasan ladang.

Foto 21

Foto 22


Foto 23

Mbelik, itulah sebutan orang desa. Sumber mata air dari hasil cangkulan di tengah sawah. Biasanya dilakukan oleh pencetak batu bata. Akan tetapi, mbelik di sini fungsinya berbeda. Lebih tepatnya untuk mengairi tanaman petani yang memiliki sawah di atas. Agar tanamannya dapat tumbuh subur. Untuk kedalamannya lumayan dangkal, yang cuma setengah meter saja, mata air sudah dapat diperoleh.

Foto 24

Foto 25

Foto 26

Dari jarak dekat terlihat bibir sumur dengan dikerumuni pohon jagung yang tumbuh subur. Jelas sekali kesuburan ini dikarenakan supai air yang otomatis saat pengambilan air dari sumur tersebut. Sedangkan untuk tanaman yang di belakangnya terlihat kering akibat tidak mendapatkan air yang mencukupinya.

Foto 27

Perbedaan kesuburan tanaman di sebelah kiri sumur dengan sebelah kanan sumur begitu jelas. Untuk jenis tanaman yang tumbuh subur terletak di sebelah kira sedangkan tanaman yang kurang subur terletak di sebelah kanan. Keberadaan sumur, ternyata penyebab intinya. Di mana dengan adanya sumur tersebut. Pengairan pada tanaman dapat terpenuhi

Baca juga info terkait lainnya di bawah ini :

  1. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi &  Pertanian Puworejo  Jalur Selatan [ Jembatan Jali s.d Jembatan Bogowonto ] Jawa Tengah,  Indonesia
  2. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi &  Pertanian Tawangmangu, Jawa Tengah,  Indonesia
  3. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi &  Pertanian Selopamioro Imogiri Yogyakarta Indonesia
  4. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi Mata Air Pegunungn Goa Cerme Imogiri Yogyakarta, Indonesia
  5. Hasil Riset Data Permodelan  Sistem Penaik Air Tenaga Matahari Daerah Pegunungan Banyumeneng I, Pangggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
  6. Hasil Riset Data Permodelan Teknologi Sistem Irigasi Pengairan & Pertanian di perbatasan Siliran – Bugel Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, Indonesia
  7. Hasil Riset Data Penerapan Permodelan Sistem Teknologi Irigasi Pertanian & Embung Raksasa Garongan Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia
  8. Hasil Riset Data Permodelan Teknologi Irigasi Pertanian & Pengairan di Giriloyo Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
  9. Riset data Permodelan Sistem Teknologi Pertanian & Irigasi Lahan Panggang- Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
  10. Hasil Riset  Permodelan Teknologi Irigasi Pertanian & Pengairan data sampel di Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
  11. Hasil Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  & Pengairan Sampel data di Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta Indonesia
  12. Hasil Riset  Permodelan   Teknologi Irigasi  Pertanian  Pengairan Sampel di Lintas Jalur Selatan Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  13. Hasil Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi sampel data di 1 km, barat Jembatan Gantung Imogiri Bantul Yogyakarta Indonesia
  14. Hasil Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi sampel data di Gedogan Sumbermulyo Bambanglipuro Yogyakarta Indonesia
  15. Hasil Permodelan  Riset  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi sampel data di Bugel Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  16. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi hasil sampel data di Waduk Sermo Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  17. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  & Pengairan/ Irigasi hasil sampel data di gunung Gemak timur Kali Opak Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta Indonesia
  18. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian &  Pengairan/ Irigasi hasil sampel data di lahan pasir Sanden Bantul Yogyakarta Indonesia
  19. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi hasil sampel data di lahan  selatan sungai Opak Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta Indonesia
  20. Riset  Permodelan  Sistem Teknologi Pertanian  & Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan pertanian Sentolo Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  21. Riset Permodelan  Sistem Teknologi Modern Pengangkat Air dari sungai Opak ke atas Pegunungan di Pundong Bantul Yogyakarta
  22. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan pertanian Panjatan Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  23. Riset  Permodelan Sistem Teknologi Pertanian  Pengairan/Irigasi Daerah Pantai Kukup, Drini, Krakal & Indrayanti Gunung Kidul Yogyakarta Indonesia