Hasil Riset Data Teknologi Pertanian Irigasi di Kedon Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul Yogyakarta

Pembuatan sumur bur dan buis sudah lumayan banyak dibuat pinggir tengah sawah. Tembusan Ganjuran – Mulyodadi. Meski begitu, kesulitan air dikala musim kemarau tetap masih ada. Pembenihan bibit tanaman padi menjadi kering dan hampir menguning. Alternatifnya, mengambil air dari sumur di tengah sawah yang telah dibuat oleh petani menjadi andalnya. Ada yangmenggunakan ember dengan tali saja, ada yang menggunakan mesin pompa diesel juga. Pembuatan sumur bor pun masih menjadi andalan. Jika dibandingkan dengan membuat sumur buis yang radiusnya lebih besar jika dibandingkan dengan pipa paralon. Berikut merupakan potret keadan para petani pada masa kemarau yang panjang tersebut.

Foto 01

Persiapan untuk menanami tanaman padi setelah masa tanam kedelai sudah siap. Dengan adanya bibit – bibit tanaman padi di atas terbukti petani di wilayah ini sudah siap. Akan tetapi musim penghujan belum juga tiba. Akibatnya diperlukan penyiraman pada bibit tanaman padi supaya bisa bertahan hidup menunggu tanah selesai diolah.

Foto 02

Dengan penuh ketekunan seorang nenek mengambil air secara manual menggunakan ember yang diikat dengan tali agar dapat digunakan untuk menyirami bibit – bibit tanaman padi di belakang dan sampingnya.

Foto 03

Setelah air dari sumur yang diambil menggunakan ember yang diikat dengan tali. Langkah selanjutnya nenek tersebut menyiramkannya ke atas bibit tanaman padi menggunakan tangannya yang dicawukkan. Hal itu dilakakukan, supaya bibit tanaman padi  tidak roboh saat terkena air.

Foto 04

Seorang petani tua laki- laki, juga melakukan hal sama seperti si nenek sebelumnya. Dengan menggunakan tali yang digunakan untuk mengikat ember, kakek di atas juga menyirami bibit tanaman padi juga. Hal ini dia lakuakan unutk bergiliran dalam mengairi bibit- bit tanaman padi tersebut. Supaya mereka tidak terlau capek.

Foto 05

Dengan mengunakan mesin pompa berbahan bakar bensin peani yang mengenakan kaos merah di atas mencabuti bibit tananaman padi. Dengan adanya air yang diambil menggunakan mesin pompa di atas, tujuannya untuk mempermudah mencabuti dan akar- akarnya masih utuh. Sehingga jika dipakai untuk bibit mempunyai prosentase besar dapat hidup. Kekeringan yang melanda pada wilaya di sini, seperti tampak selain sawah milik  petani di atas. Sangat jelas terlihat kering, akibat kurangnya air.

Foto 06

Volum keluaran air yang keluar pada mesin pompa di atas memang sengaja dibesarkan supaya mempercepat dalam mengairi sawah miliknya. Musim kemarau yang berkepanjangan tidak memungkinkan bagi bapak di atas untuk mengaliri air dari sungai cabang yang melewati di samping sawahnya.

Foto 07

Tanpa menggunakan air untuk mempermudah dalam mencabuti bibit padi seperti tampak foto di atas, petani ini tetap melakukanaya. Sambil melihat keadaan sawah di depanya, yang terlihat sudah ada airnya.

Foto 08

Selang yang berwarna biru untuk menyedot air dari sumur di atas sengaja ditinggalkan karena seringnya penggunaan untuk mengairi sawah yang ada di sekitarnya. Untuk jenis sumur di atas lumayan dalam, hal itu bisa dilihat pada buis yang diambleskan ke bawah. Tujuannya supaya ketika mesin pompa dicepatkan tidak akan terjadi kemacetan saat proses penyedotan air.

Foto 09

Meski ada petani yang mengairi sawah menggunakan tali yang ikatakan dengan ember. Tetapi, sebagian sudah banyak yang menyukai menggunakan mesin pompa. Tipe sumber mata air yang digunakan memang beragam, ada yang membuat sumur menggunakan buis, ada juga menggunakan sumur bor dengan pipa paralon dengan diameter 4 inchi. Untuk proses pembuatannya diperlukan alat berupa pipa besi dan selang yang digunakan untuk disemprotkan ke dalam tanah sambil ditusuk- tusukkan dengan pipa besi berlubang juga lancip.

Foto 10

Pembuatan sumur bor yang menggunakan pipa paralon, membutuhkan sumber air yang mencukupi supaya dapat digunakan untuk membuat lubang bersamaan dengan pipa besi. Untuk kebutuhan air yang digunakan dalam membuat lubang sumur bor di atas menggunakan sumur buatan sebelumnya yang terbuat dari batu bata dengan susunan melingkar

Foto 11

Cara penyiraman yang ada di wilayah Kedon di sini, selain menggunakan cara manual menggunakan ember yang diikat dengan tali, mesin pompa air, ternyata masih ada juga yang masih menggunakan bambu yang pada ujung belakangnya dikasih beban sebagai pemberat. Sehingga memudahkan dalam menaikkan air dari sumur.

Foto 12

Sumur buis di atas berbeda jika dilihat dari tampilan fisik pada luar buisnya. Pemberian tambahan dengan menggunakan campuran pasir dan semen sengaja ditambahkan supaya tidak becek. Sedangakan tutup yang berlubang, digunakan untuk menutup sumur saat musim hujan. Karena pada musim penghujan sumur ini tidak digunakan dengan adanya kemudahan air.

Foto 13

Gambar di atas merupakan kelanjutan potret sisi lain dari gerak seorang petani tua dari < foto.04 > ketika mengambil air dari sumur secara manual menggunakan ember yang diikat dengan tali.

Foto 14

Air yang keluar dari mesin pompa dengan bahan bakar bensin di atas jika diurut ke sumber asalnya, berasal dari selang berwarna biru yang dimasukkan ke pipa paralon daru sumur bor.

Foto 15

Potret lain dari petani yang mengairi sawah yang menggunakan mesin pompa dalam persiapan masa tanam untuk mempermudah pengolahan tanah sawah milikinya pada foto < 06 >

Foto 16

Petani ini selangkah lebih maju jika dibandingkan seorang petani yang ada pada foto < 0 1>,  di mana masih menggunakan tali dengan ember dan menggunakan tangannya unutk menyiramkannya. Sementara unutk petani yang ada di atas menggunakan alat khusus untuk menyirami bibit tanaman padinya. Gembor, itulah nama alat tersebut.

Foto 17

Mesin diesel yang berbahan bakar solar yang berada di belakang seorang bapak yang sedang menuntun sepeda, lebih tepatnya berada diatas gerobak di atas difungsikan sebagai pemompa air supaya dapat mengairi sawah – sawah si sebelahnya. Memang untuk pompa seperti ini lebih cepat dalam pengairan pada sawah, sebab debit airnya lebih banyak yang bisa diambil dari sumur buis atau sumur bor.

Foto 18

Proses pengambilan air dari sumur buis memang sama dengan cara yang dilakukan oleh nenek pada <foto 02> sebelumnya. Namun bapak ini menuangkannya ke dalam gembor, ketika akan menyiramkan pada bibit tanaman padi miliknya.

Foto 19

Setelah selesai menuangkan air yang diambil dari sumur, bapak tersebut kemudian membawanya ke arah pada bibit padi yang dirasa belum mendapatkan jatah air/ siram.

Foto 20

Dengan menggunakan cangkul petani dia tas membantu memudahkan aliran air agar alirannya cepat merata ke sisi paling ujung dari lahan yang dimilikinya. Tampak terlihat kering pada area sawah di dekatnya.

Foto 21

Mesin pompa air ini mengambil air unutk mengairi sawah dangan menyilang dalam pengambilan airnya. Unutk sumur yang diambil airnya memang bukan milik priibadinya. Namu mengambil air dari milik sawah tetangganya sudah hal biasa.

Foto 22

Foto 23

Foto 25

Foto 26

Foto 27

Foto 28

Foto 29

Foto 30

Foto 31

Foto 32

Foto 33

Foto 34

Foto 35

Foto 36

Foto 37

Foto 38

Foto 39

Foto 40

Foto 41

Foto 42

Foto 43

Foto 44

Foto 45

Dua petani di atas sedang menanam sayuran selada untuk sekedar memenuhi kebutuhan dapur. Meskipun keadaan tanah yang kering akibat musim kemarau, hal ini tidak menjadi masalah bagi mereka. Sebab, untuk mengairi lahan yang digunakan unutk menanam selada tersebut, mereka mengambil air dari sumur bor yang terbuat dari pipa paralon menggunakan mesin pompa.

Foto 47

Foto 48

Baca juga info terkait lainnya di bawah ini :

  1. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi &  Pertanian Puworejo  Jalur Selatan [ Jembatan Jali s.d Jembatan Bogowonto ] Jawa Tengah,  Indonesia
  2. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi &  Pertanian Tawangmangu, Jawa Tengah,  Indonesia
  3. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi &  Pertanian Selopamioro Imogiri Yogyakarta Indonesia
  4. Hasil Riset Data Permodelan Sistem Irigasi Mata Air Pegunungn Goa Cerme Imogiri Yogyakarta, Indonesia
  5. Hasil Riset Data Permodelan  Sistem Penaik Air Tenaga Matahari Daerah Pegunungan Banyumeneng I, Pangggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
  6. Hasil Riset Data Permodelan Teknologi Sistem Irigasi Pengairan & Pertanian di perbatasan Siliran – Bugel Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, Indonesia
  7. Hasil Riset Data Penerapan Permodelan Sistem Teknologi Irigasi Pertanian & Embung Raksasa Garongan Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia
  8. Hasil Riset Data Permodelan Teknologi Irigasi Pertanian & Pengairan di Giriloyo Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
  9. Riset data Permodelan Sistem Teknologi Pertanian & Irigasi Lahan Panggang- Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
  10. Hasil Riset  Permodelan Teknologi Irigasi Pertanian & Pengairan data sampel di Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
  11. Hasil Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  & Pengairan Sampel data di Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta Indonesia
  12. Hasil Riset  Permodelan   Teknologi Irigasi  Pertanian  Pengairan Sampel di Lintas Jalur Selatan Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  13. Hasil Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi sampel data di 1 km, barat Jembatan Gantung Imogiri Bantul Yogyakarta Indonesia
  14. Hasil Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi sampel data di Gedogan Sumbermulyo Bambanglipuro Yogyakarta Indonesia
  15. Hasil Permodelan  Riset  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi sampel data di Bugel Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  16. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi hasil sampel data di Waduk Sermo Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  17. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  & Pengairan/ Irigasi hasil sampel data di gunung Gemak timur Kali Opak Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta Indonesia
  18. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian &  Pengairan/ Irigasi hasil sampel data di lahan pasir Sanden Bantul Yogyakarta Indonesia
  19. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan & Irigasi hasil sampel data di lahan  selatan sungai Opak Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta Indonesia
  20. Riset  Permodelan  Sistem Teknologi Pertanian  & Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan pertanian Sentolo Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  21. Riset Permodelan  Sistem Teknologi Modern Pengangkat Air dari sungai Opak ke atas Pegunungan di Pundong Bantul Yogyakarta
  22. Riset  Permodelan  Teknologi Pertanian  Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan pertanian Panjatan Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  23. Riset  Permodelan Sistem Teknologi Pertanian  Pengairan/Irigasi Daerah Pantai Kukup, Drini, Krakal & Indrayanti Gunung Kidul Yogyakarta Indonesia
Iklan