IRRIGATION

sistem gravekor

IRIGASI di DUNIA ini, mungkin sudah terwakili oleh satu propinsi Istimewa di Indonesia, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengapa bisa ? Klik hasil Sub RISET DATA dahulu. Karena Yogyakarta memiliki beberapa tempat atau lahan pertanian yang memiliki karaterisitik tersulit dari segi pertanian di dunia ini. Contohnya, Pegunungan Kidul yang teraliri sungai Opak dan Oya. Daerah Kulon Progo yang memiliki sumur renteng pada hampir setiap sawahnya. Daerah pesisir selatan mulai dari Sanden sampai pesisir Kulon Progo.

Seperti kita ketahui bersama bahwa irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertaniannya. Dalam dunia modern saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mangalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu-persatu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.

Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno.

Di Indonesia irigasi tradisional telah juga berlangsung sejak nenek moyang kita. Hal ini dapat dilihat juga cara bercocok tanam pada masa kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Dengan membendung kali secara bergantian untuk dialirkan ke sawah. Cara lain adalah mencari sumber air pegunungan dan dialirkan dengan bambu yang bersambung. Ada juga dengan membawa dengan ember yang terbuat dari daun pinang atau menimba dari kali yang dilemparkan ke sawah dengan ember daun pinang juga.Sayangnya metode yang digunakan masih sekedar untuk terpenuhi. Bukan dengan sistem yang istimewa.

irigasi pertanian indonesia

Image ini saya ambil di wilayah Pundong, Bantul, Yogyakarta di atas sungai Opak. Air di sungai ini diambil pada titik puncak musim kemarau. Sehingga dapat menjadi pertimbangan seperti apa titik terendah air. Keadaan sungai yang tidak pernah mengering menjadi anugerah tersendiri untuk kalangan petani di sekitar sungai ini. Akan tetapi, keadaan ketinggian lahan menjadi kendala utamanya. Dengan ketinggian lahan mulai dari 7 meter sampai 50 meter, dibutuhkan penyedot air dari sungai ke lahan pertanian. Penggunaan pompa mesin sudah pernah diterapkan di daerah ini oleh para petani. Tetapi pengeluaran yang digunakan untuk pengoperasian mesin akan sia-sia, jika masa panen tiba. Sebab, hasil panen bisa saja selisihnya cuma sedikit dengan biaya pengeluaran untuk pengoperasian mesin pompa.

Satu hal yang istimewa untuk daerah ini, apabila ada alat yang tanpa menggunakan BBM bisa digunakan untuk menaikkan air dari sungai ini. Dan itu diharapkan bisa terus menerus,terutama pada musim kemarau.

Sedangkan untuk irigasi tidak hanya bergantung dari segi, bagaimana air itu dinaikkan. Tetapi manajemen pengairan juga diperlukan. Seperti halnya penggunaan sumur renteng yang berada di Kulon Progo, penggunaan pipa paralon dengan satu sumber mata air yang dialirkan ke beberapa penampung air di setiap sawah, sudah digunakan agar memudahkan distribusi air ke seluruh tanaman dalam satu sawah. Metode ini dapat Anda lihat melalui gambar di bawah ini.

=====================================================

Untuk pertimbangan lebih lanjut mengenai model teknologi irigasi di Indonesia, silahkan baca info terkait lainnya di bawah ini :

  1. Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi sampel data di 1 km, barat Jembatan Gantung Imogiri Bantul Yogyakarta Indonesia
  2. Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi sampel data di Bugel Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  3. Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi sampel data di Gedogan Sumbermulyo Bambanglipuro Yogyakarta Indonesia
  4. Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi sampel data di Kedungrong Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  5. Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi sampel data di Selatan Lintas Jalur Selatan Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  6. Hasil Riset data Penerapan Teknologi Irigasi Pertanian & Pengairan di lahan Pegunungan Kidul Yogyakarta Indonesia
  7. Hasil Riset Data Teknologi Pertanian Irigasi di Kedon Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul Yogyakarta
  8. Hasil Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi Pertanian sampel data di Panjatan Kulon Progo Yogyakarta
  9. Potret Teknologi Maju Irigasi Embung Pengairan Pertanian Tanah Pasir Siliran – Bugel Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta
  10. Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi hasil sampel data di gunung Gemak timur Kali Opak Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta Indonesia
  11. Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan selatan sungai Opak Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta Indonesia
  12. Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan pasir Sanden Bantul Yogyakarta Indonesia
  13. Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi hasil sampel data di lahan pertanian Sentolo Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  14. Riset Teknologi Pertanian Pengairan/Irigasi hasil sampel data di Waduk Sermo Kulon Progo Yogyakarta Indonesia
  15. Riset Data Sistem Teknologi Irigasi Pengairan daerah Pantai Kukup, Drini, Krakal, & Indrayanti Gunung Kidul Yogyakarta
  16. Riset Data Teknologi Irigasi Pengairan Pertanian Giriloyo Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta Indonesia
  17. Riset Data Teknologi Irigasi Timur Jembatan Progo Kulon Progo
  18. Teknologi Modern Pengangkat Air dari Sungai Opak ke Atas Gunung Gemak di Pundong Bantul Yogyakarta
Iklan